Kajian Qur'ani

Showing posts with label futuhulhikmah. Show all posts

gravatar

Futuhul Ghaib

 Ada tiga perkara yang wajib diperhatikan oleh setiap Mu’min di dalam seluruh keadaan,
yaitu:
1.  Melaksanakan segala perintah Allah
2.  Menjauhkan diri dari segala yang haram
3.  Ridho dengan hukum-hukum dan ketentuan Allah

Baca selengkapnya Bagikan
gravatar

ANTARA SEMALAM DAN HARI INI.



Ebook Antara Semalam dan Hari Ini – Hasan Al Banna

Wahai saudaraku, dengarlah!. 
Apa yang saya mahu dari kalimat-kalimat ini ialah untuk membentangkan fikrah anda di
hadapan anda sekelian. Boleh jadi detik-detik getir sedang menanti kita menyebabkan kita akan
berpisah. Pada ketika itu saya tidak akan dapat lagi bercakap atau menulis kepada kamu. Oleh
itu saya berwasiat kepada anda sekelian; telitilah kalimat ini, ingatilahnya sedaya yang boleh dan
bersatulah padanya. Sesungguhnya setiap kalimat ini mengandungi erti-erti yang sangat padat. 
Wahai saudaraku; 
Anda sekelian bukan satu pertubuhan kebajikan, bukan parti politik, juga bukan suatu badan
yang dibentuk untuk tujuan-tujuan terbatas.  Anda sebenarnya adalah suatu roh baru yang
mengalir di hati umat ini dan dihidupkan dengan al Quran. Anda adalah suatu suara yang
bergema tinggi melaungkan dakwah Rasulullah saw. Tidak keterlaluan jika anda merasai
bahawa anda adalah penanggung beban Kenabian setelah kesemua manusia enggan
melakukakannya. 

Baca selengkapnya Bagikan
gravatar

Wasiat Nabi SAW

1. Wasiat Nabi SAW Kepada Ibnu Abbas
  •  jagalah olehmu segala perintah-perintah Allah Swt. ”Jika kamu menjaga segala perintah dan larangan Allah, niscaya Allah akan menjaga kamu.” 
  • peliharalah perintah-perintah Allah dan jauhilah larangan-larangan-Nya dengan tulus maka akan kamu jumpai Allah Swt. di depanmu.” 
  • “Apabila kamu meminta sesuatu, maka mintalah kepada Allah Swt. dan jangan sekali-kali kamu minta pada yang lain.” 
Baca selengkapnya Bagikan
gravatar

Sangkan Paraning Wisesa







Assalamualaikum.wr.wb.. Mohon maaf jika tulisan pembuka ini acak-acakan karena saya emang bukan penulis. Tulisan ini saya buat karena saya menyukai artikel2 rohani, dan dari penjelajahan saya di google  saya saya coba pilah-pilih tulisan yang menarik buat dokumen pribadi saya dan buat rekan yang punya hoby yang sama dengan saya.

Saya tidak mengerti dengan jelas apa maksud SANGKAN PARANING WISESA, tapi judul ini sengaja saya buat karena kebingungan cari judul yang tepat untuk tulisan ini , maka saya buat judul nya  Sangkan Paraning Wisesa sebagaimana nama sumber tulisan.
Baca selengkapnya Bagikan
gravatar

Laa Tahzan

Laa Tahzan







Klik Gambar untuk Download


Syaikh Dr Aaidh bin Abdullah al-Qarni, adalah seorang penulis Saudi Islam Muslim Scholar dan dihormati dan aktivis. Ia terkenal karena buku self-help-nya 'Jangan Bersedih "yang dipandang sebagai orang nomor satu di bidangnya dalam literatur Islam dan meskipun ditulis oleh seorang Muslim bagi Muslim itu dipuji sebagai ideal yang non-Muslim

"Jika sebuah tali itu sudah sangat mengencang, itu tandanya akan putus. Jika malam sudah gelap gulita, itu tandanya bahwa kegelapan akan segera lenyap. Jika sebuah masalah itu sudah sangat menghimpit, itu tandanya akan ada jalan keluar."
Aidh bin Abdullah al-Qarni

"aku melihat nikmat pada dirimu, maka ikatlah ia dengan syukurmu"
Aidh bin Abdullah al-Qarni

PENGANTAR PENULIS

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga
tercurah ke haribaan Rasulullah s.a.w., keluarganya serta para shahabatnya.
Wa Ba'du.
Berikut ini buku La Tahzan. Semoga Anda senang membacanya dan
dapat mengambil manfaat darinya. Namun sebelum membaca, telitilah dahulu
buku ini dengan nalar yang sehat, logika yang jernih dan, di atas itu semua,
dengan ayat-ayat Allah yang senantiasa terjaga dari kekeliruan.
Tentu saja tak bijak menilai sesuatu secara terburu-buru sebelum pernah
membayangkan, merasakan dan menciumnya sendiri. Dan adalah sebuah
kejahatan terhadap ilmu ; memfatwakan sesuatu secara terburu-buru sebelum
terlebih dahulu mengkaji akar permasalahannya, mendengar pernyataan-
pernyataan tentangnya, mencari argumen-argumen yang mendasarinya, dan
membaca dalil-dalil yang berkaitan dengannya.
Saya menulis buku ini untuk siapa saja yang senantiasa merasa hidup
dalam bayang-bayang kegelisahan, kesedihan dan kecemasan, atau orang yang
selalu sulit tidur dikarenakan beban duka dan kegundahan yang semakin berat
menerpa. Dan tentu saja, siapa di antara kita yang tidak pernah mengalami
semua itu?
Baca selengkapnya Bagikan
gravatar

Terang Benderang


Terang Benderang: Renungan Spiritual Harian Kutipan Dari Matsnawi Rumi









DALAM sebuah puisi sufinya bertajuk “Syahadat Kita”, penyair klasik Persia terkemuka Jalaluddin Rumi mengajak para pembaca mengernyitkan dahi sejenak. Rumi menggelitik kesadaran religi kita: Dia berkata Tiada tuhan, lalu dia berkata kecuali Tuhan. Dari Tiada menjadi kecuali Tuhan maka menjelmalah Keesaan.
Baca selengkapnya Bagikan
Link by

Widget Qur'ani

Silakan Copy kode di dalam tabel bawah ini